Mahasiswi BSA UNUGIRI Ikuti KKN CERDAS Internasional 2026 di Thailand
August 29, 2026
bsa.unugiri.ac.id, Bojonegoro — Inovasi pembelajaran bahasa Arab terus dikembangkan oleh dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) yang dikemas dalam media kubus digital untuk meningkatkan maharah kalam atau keterampilan berbicara bahasa Arab siswa.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui penelitian berjudul “Efektivitas Media Kubus Berbasis Augmented Reality dalam Meningkatkan Maharah Kalam Bahasa Arab Siswa.” Penelitian dilaksanakan selama sebelas hari, yakni 14–24 Agustus 2026, di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Fattahul Huda Pungpungan, Bojonegoro.
Penelitian melibatkan 42 siswa dengan tim peneliti yang terdiri atas tiga dosen BSA UNUGIRI, yaitu Ahmad Amirul Kholid, M.Pd., Devi Eka Diantika, M.Pd.I., dan Miftahul Mufid, M.Pd.I. Penelitian ini didanai melalui Program Bantuan Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Menurut tim peneliti, pengembangan media tersebut dilatarbelakangi kebutuhan untuk menghadirkan pembelajaran bahasa Arab yang lebih interaktif, khususnya dalam melatih kemampuan berbicara siswa. Media AR dipilih karena memungkinkan materi disajikan melalui perpaduan unsur visual dan audio.
“Kami ingin menghadirkan pembelajaran bahasa Arab yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang mendorong siswa untuk menyimak, memahami, dan berani mengungkapkan kembali materi menggunakan bahasa Arab. Teknologi Augmented Reality kami manfaatkan sebagai media pendukung agar proses tersebut menjadi lebih interaktif dan kontekstual,” ujar Amir.
Dalam pelaksanaannya, siswa memperoleh stimulasi melalui materi audio dan visual yang disajikan menggunakan media kubus berbasis AR. Siswa kemudian diarahkan untuk menyimak, mengenali, memahami, dan mengungkapkan kembali materi tersebut secara lisan dalam bahasa Arab.
Pendekatan ini membuat siswa tidak hanya menjadi penerima informasi. Mereka dilibatkan dalam proses memahami materi sekaligus mempraktikkan kemampuan berbahasa secara langsung. Visualisasi yang diberikan melalui AR juga membantu menghadirkan konteks yang lebih konkret terhadap materi yang dipelajari.
Penggunaan teknologi tersebut turut menciptakan suasana belajar yang lebih variatif. Materi bahasa Arab yang sebelumnya cenderung abstrak dapat dipadukan dengan tampilan visual dan audio sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan karakteristik pembelajaran digital.
Respons positif juga datang dari siswa. Aqila, salah satu siswa MI Fattahul Huda Pungpungan, mengaku pembelajaran menggunakan media kubus berbasis AR membuat kegiatan belajar bahasa Arab terasa lebih menarik.
“Belajar bahasa Arab menggunakan kubus ini lebih menarik karena ada gambar dan suara. Materinya juga lebih mudah dipahami dan membuat saya lebih berani untuk mencoba berbicara menggunakan bahasa Arab,” ungkap Aqila.
Pengembangan media pembelajaran ini menunjukkan bahwa teknologi dapat ditempatkan sebagai sarana untuk mendukung tujuan pembelajaran, bukan sekadar sebagai pelengkap agar kegiatan belajar terlihat modern. Dalam konteks maharah kalam, perpaduan stimulus visual dan audio dapat menjadi bagian dari proses yang mengarahkan siswa dari tahap memahami materi menuju praktik berbicara.
Melalui penelitian ini, dosen BSA UNUGIRI mengkaji penerapan media kubus berbasis Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran maharah kalam bahasa Arab. Penelitian tersebut menjadi salah satu kegiatan akademik yang dilakukan untuk mengembangkan media pembelajaran bahasa Arab berbasis teknologi.
