
bsa.unugiri.ac.id, Bojonegoro – Puncak rangkaian Sharabic National Championship (SNC) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Adab (BEM FSA) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) berlangsung pada Rabu, (6/5/2026) di Auditorium Hasyim Asy’ari. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk awarding ceremony yang dirangkaikan dengan seminar sebagai penutup seluruh rangkaian kompetisi nasional tersebut.
SNC 2026 menghadirkan tiga cabang lomba, yaitu debat, khitobah (pidato Bahasa Arab), serta Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK). Lomba debat dan khitobah diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas, sedangkan MQK diperuntukkan bagi pelajar tingkat SMA/sederajat. Dalam pelaksanaannya, masing-masing program studi di lingkungan Fakultas Syari’ah dan Adab berperan sebagai penanggung jawab, yaitu Hukum Ekonomi Syariah (HES) pada lomba debat, Bahasa dan Sastra Arab (BSA) pada lomba khitobah, serta Hukum Keluarga Islam (HKI) pada lomba MQK.
Pada ajang ini, UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) berhasil meraih juara pertama dalam lomba debat melalui delegasi I Gusti Ngurah Rai. Selain itu, penghargaan Best Speaker pada cabang debat diraih oleh Elias Fikri Takalawangeng dari Universitas Sam Ratulangi Manado.
Sementara itu, pada cabang khitobah, juara pertama diraih oleh Nasruddin Rifa’i dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Adapun pada cabang MQK, juara pertama diraih oleh Hilda Reisya Nabila dari pondok pesantren An Nur Lamongan.
Cabang khitobah menjadi salah satu sorotan dalam kompetisi ini, mengingat perannya sebagai bagian dari keilmuan Bahasa dan Sastra Arab yang menekankan kemampuan retorika dan penyampaian gagasan. Nasruddin Rifa’i mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam SNC 2026 berawal dari informasi yang ia peroleh melalui media sosial.
“Saya mengetahui lomba ini dari media sosial dan memutuskan untuk ikut secara mandiri. Alhamdulillah, pengalaman ini sangat berkesan, apalagi bisa bertemu dengan peserta dari berbagai daerah dan saya akhirnya dipercaya meraih juara pertama,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi sekaligus menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan serta memperluas relasi akademik.
Selain prosesi pemberian penghargaan, kegiatan ini turut dirangkai dengan seminar yang menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Galuh Widitya Qomaro sebagai akademisi dan praktisi, serta Nafidatul Himah dari Aliansi Perlindungan Perempuan dan Anak (APPA). Seminar tersebut mengangkat isu pelecehan seksual dan bias gender di era digital, yang menyoroti pentingnya konsistensi hukum dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi.
Dalam pemaparannya, narasumber juga menekankan bahwa persoalan gender, marginalitas, dan bias masih menjadi tantangan dalam penegakan hukum di era modern, sehingga diperlukan kesadaran kolektif serta penguatan regulasi yang berpihak pada keadilan.
Kegiatan SNC 2026 merupakan hasil kolaborasi antara BEM Fakultas Syari’ah dan Adab dengan tiga program studi di bawah naungannya, yaitu Hukum Ekonomi Syariah (HES), Hukum Keluarga Islam (HKI), dan Bahasa dan Sastra Arab (BSA). Sinergi ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan ruang kompetisi sekaligus penguatan wacana akademik di tingkat nasional.
Pewarta: Dewi Roichatul Jannah
