Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab Unugiri Praktikkan Media Pembelajaran Kreatif
January 7, 2026
bsa.unugiri.ac.id, Bojonegoro—Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bojonegoro, Dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) menggelar Pelatihan Pengembangan dan Pemanfaatan Flipbook Digital Interaktif pada Kamis, (15/01/2026), bertempat di Auditorium Suprapto Supramu, Gedung Santoso Hardjosuwito, Unugiri.
Kegiatan yang menyasar guru-guru MI di bawah naungan LP Ma’arif NU Kabupaten Bojonegoro tersebut merupakan bagian dari program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang digagas dan dilaksanakan oleh tiga dosen BSA Unugiri Bojonegoro, yakni Miftahul Mufid, Ahmad Amirul Kholid, dan Devi Eka Diantika.
Ketiganya terlibat aktif dalam penyusunan materi, pendampingan teknis hingga pendampingan langsung dalam praktik penggunaan flipbook digital dalam pembelajaran Bahasa Arab.
Miftahul Mufid, salah satu pemateri, menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan mendesak dalam dunia pendidikan saat ini.
“Melalui flipbook digital interaktif, guru dapat menyajikan materi maharah kalam dengan lebih kontekstual, visual, dan menyenangkan, sehingga siswa lebih berani dan aktif berbicara Bahasa Arab,” ujarnya.
Senada, Ahmad Amirul Kholid menyampaikan pentingnya memanfaatkan teknologi sebagai inovasi media pembelajaran.
“Pelatihan ini tidak hanya memperkenalkan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut benar-benar digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab di kelas,” jelasnya.
Sementara itu, Devi Eka Diantika menekankan bahwa kegiatan PKM ini merupakan bentuk komitmen dosen Unugiri dalam mendampingi guru madrasah.
“Kami berharap guru-guru MI mampu mengembangkan media sendiri yang sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga pembelajaran bahasa Arab tidak lagi dianggap sulit atau membosankan,” tuturnya.
Devi juga berharap melalui kegiatan PKM ini, Unugiri Bojonegoro dapat terus berperan aktif dalam peningkatan kompetensi guru madrasah, khususnya dalam pengembangan pembelajaran bahasa Arab yang inovatif, kreatif, dan berbasis teknologi digital.
Pelatihan tersebut berfokus pada pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi, khususnya flipbook digital interaktif, guna meningkatkan maharah kalam (keterampilan berbicara) Bahasa Arab peserta didik MI. Dalam pelaksanaannya, para guru dibekali keterampilan praktis untuk merancang media ajar yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik siswa usia dasar.

Pelatihan ini mendapat respons positif dari para peserta, salah satunya Zakiya Krisnawati. Guru di MI Nurul Huda Kecamatan Temayang tersebut mengaku mendapat banyak wawasan pemanfaatan teknologi untuk bahan ajar setelah mengikuti pelatihan.
“Pelatihan ini sangat menambah wawasan kami, khususnya dalam pemanfaatan teknologi yang bisa kami sampaikan kepada para siswa-siswi agar pembelajaran lebih menarik,” ungkapnya.
“Semoga Unugiri Bojonegoro semakin jaya dan terus memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan,” imbuh Zakiya.
Sementara Nur Jamilatin, guru dari MI Nahdlatul Ulama Unggulan Walisongo Sumberrejo mengatakan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhannya mengajar.
“Dengan Flipbbok, materi yang disampaikan pasti akan terasa menyenangkan untuk anak-anak. Ini akan menjadi pembelajaran yang lebih interaktif, membuat anak-anak lebih fokus. Dan tentunya pembelajaran Bahasa Arab akan menjadi lebih menarik,” ujarnya.
Berdasarkan data LP Ma’arif NU Bojonegoro tahun 2025, terdapat 89 guru Bahasa Arab yang mengajar di 78 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Meski fasilitas IT seperti laptop dan proyektor tersedia, pemanfaatannya untuk pembelajaran interaktif masih minim.
Para guru tersebut memiliki kompetensi mahārah kalam (keterampilan berbicara) yang baik, namun terhambat oleh rendahnya literasi digital untuk menciptakan media pembelajaran dinamis. Akibatnya, metode konvensional masih mendominasi dan berdampak pada rendahnya minat serta kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Arab. Kesenjangan antara kemampuan pedagogis dan keterampilan teknologi ini menjadi fokus utama peningkatan kualitas pendidikan di era 4.0.
Pewarta: Dewi Roichatul Jannah
Editor: Husnul K.
