
bsa.unugiri.ac.id – Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) menyelenggarakan International Seminar bertajuk “Integration of Syaria Economics and Islamic Educational Values in the Society 5.0 Era” pada Kamis, (6/4/2026) yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pascasarjana Unugiri, Ridlwan Hambali, menyampaikan pentingnya pemahaman komprehensif terkait integrasi antara hukum syariah dan ekonomi syariah. Ia menyoroti perlunya penegasan konsep agar tidak terjadi kesalahpahaman di kalangan mahasiswa, serta pentingnya kesiapan dalam menghadapi tantangan ekonomi global di era modern.
“Mahasiswa perlu memiliki pemahaman yang utuh mengenai ekonomi syariah, agar mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam,” ujarnya.
Seminar ini dimoderatori oleh Nurul Musyafa’ah dan menghadirkan pemateri internasional, Nuur Halimatus Sa’adiah Masrukhin dari Universiti Sains Islam Malaysia. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi di era Society 5.0 harus diimbangi dengan etika dan nilai-nilai Islam.
“Di zaman yang serba canggih ini, kita harus tetap memiliki etika dalam penggunaan teknologi. Perkembangan ekonomi digital seperti e-commerce harus diiringi dengan nilai-nilai syariah dan pendidikan Islam,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa tantangan utama di era ini adalah literasi digital, serta kemampuan menyeimbangkan antara tradisi dan inovasi. Menurutnya, peluang dalam ekonomi syariah sangat luas, namun membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang berintegritas.
Pemateri kedua, Agus Eko Sujianto dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, menyampaikan pentingnya penguatan peran akademisi dalam mengembangkan ekonomi syariah yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia menekankan bahwa integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam menjadi kunci dalam menciptakan sistem ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Ekonomi syariah tidak hanya berbicara tentang sistem, tetapi juga nilai. Oleh karena itu, pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang mampu mengintegrasikan keduanya,” ungkapnya.
Sementara itu, pemateri ketiga dari Unugiri, Hamam Burhanudin, menjelaskan perkembangan masyarakat dari era 1.0 hingga 5.0, mulai dari orientasi bertahan hidup, kehidupan agraris, era industri, era digital, hingga berfokus pada kesejahteraan manusia di era Society 5.0.
Ia menekankan bahwa pendidikan harus berperan dalam memanusiakan manusia, dengan membangun kesadaran, nilai, serta kemampuan dalam memahami makna dari ilmu pengetahuan.
“Pendidikan tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk nilai dan kesadaran manusia,” jelasnya.
Kegiatan seminar internasional ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya integrasi antara ekonomi syariah dan nilai pendidikan Islam dalam menghadapi perkembangan era Society 5.0. Selain itu, seminar ini juga menjadi wadah diskusi akademik bagi mahasiswa dan peserta untuk memahami tantangan serta peluang di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan ekonomi global.
