
bsa.unugiri.ac.id, Bojonegoro — Kelas Manuskrip Islam Nusantara digelar pada Senin (11/5/2026) di Perpustakaan Unugiri dengan menghadirkan pemateri dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA).
Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama untuk mengenal lebih dekat manuskrip kuno sebagai warisan intelektual Islam Nusantara yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Dalam sambutannya, Miftahul Mufid selaku Direktorat Kelembagaan, Alumni dan Sumber Daya Manusia Unigiri menyampaikan bahwa setiap zaman memiliki cara belajar yang berbeda, termasuk melalui kajian filologi.
“Filologi dalam Prodi BSA tidak hanya menjadi mata kuliah, tetapi juga menjadi ruh atau jiwa dari Prodi BSA itu sendiri,” ujarnya.
Ia juga berharap kajian filologi tidak hanya dipelajari oleh mahasiswa BSA, tetapi dapat diperkenalkan lebih luas kepada mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Unugiri.
Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya manuskrip kuno sebagai warisan intelektual dan budaya Islam Nusantara. Selain menjadi sumber sejarah, manuskrip juga memiliki nilai edukatif yang dapat memperkaya wawasan generasi muda tentang tradisi keilmuan masa lampau. Kegiatan tersebut turut dihadiri mahasiswa dari berbagai program studi di Unugiri yang antusias mengikuti pembahasan mengenai sejarah naskah, teknik pembacaan tulisan lama, hingga upaya pelestarian warisan intelektual Islam Nusantara.
Acara ini menghadirkan Arifin, peneliti manuskrip di Bojonegoro, sebagai pemateri utama. Selain itu, Kaprodi Bahasa dan Sastra Arab Unugiri, Mas Tajuddin Ahmad, turut memberikan pemaparan terkait pentingnya filologi dalam perkembangan kajian bahasa dan keislaman. Jalannya kegiatan dipandu oleh Dewi Roichatul Jannah, mahasiswi BSA sekaligus penerima penghargaan Library Award Unugiri 2025.
Tidak sekadar membahas naskah lama, kegiatan ini juga membuka wawasan peserta bahwa manuskrip merupakan “jembatan pengetahuan” yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Melalui manuskrip, generasi muda dapat memahami bagaimana tradisi intelektual, budaya, dan keagamaan berkembang di tengah masyarakat Nusantara dari masa ke masa.
Dalam sesi pemaparan, peserta diperkenalkan pada berbagai jenis manuskrip kuno, teknik membaca tulisan Arab Pegon dan aksara lama, hingga pentingnya konservasi naskah bersejarah. Para pemateri menegaskan bahwa manuskrip tidak hanya menyimpan nilai historis, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan mengenai kehidupan sosial, budaya, pendidikan, dan pemikiran Islam di masa lampau.
Kegiatan kelas manuskrip ini menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengenal lebih jauh metode pembacaan dan kajian naskah kuno, sekaligus memahami pentingnya menjaga warisan intelektual masa lampau. Selain itu, pembahasan mengenai manuskrip juga memperlihatkan keterkaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kajian keislaman di era modern, khususnya dalam bidang bahasa, sastra, dan sejarah Islam Nusantara.
