Site icon Program Studi Bahasa & Sastra Arab

SNC 2026 : Hadirkan Kompetisi Nasional Berbasis Intelektualitas dan Integritas

bsa.unugiri.ac.id, Bojonegoro – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Syari’ah dan Adab (FSA) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro menyelenggarakan Sharabic National Championship (SNC) 2026 dengan mengusung tema “Merajut Intelektualitas, Mengokohkan Integritas”, sebagai ajang kompetisi tingkat nasional yang melibatkan mahasiswa dan pelajar dari berbagai daerah. Kegiatan ini secara resmi dibuka pada Selasa, (5/5/2026), sekaligus menandai dimulainya rangkaian perlombaan.

SNC 2026 menghadirkan berbagai cabang perlombaan yang dirancang untuk mengasah kemampuan peserta secara komprehensif. Pada tingkat mahasiswa, terdapat kompetisi debat dan khitobah (pidato Bahasa Arab). Kompetisi debat menitikberatkan pada kemampuan berpikir kritis, penyusunan argumen, serta komunikasi persuasif. Sementara itu, khitobah menjadi wadah untuk melatih kefasihan berbahasa Arab, kemampuan retorika, serta penyampaian gagasan secara sistematis dan meyakinkan.

Selain itu, SNC 2026 juga menghadirkan cabang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) yang diperuntukkan bagi pelajar SMA/SMK/sederajat. Lomba ini berfokus pada kemampuan membaca, memahami, serta mengkaji kitab kuning sebagai bagian dari tradisi keilmuan Islam klasik. Pelaksanaan MQK mencakup wilayah se-karesidenan Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan sekitarnya.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh BEM Fakultas Syari’ah dan Adab dengan melibatkan seluruh program studi di bawah naungannya, yakni Hukum Ekonomi Syariah (HES), Hukum Keluarga Islam (HKI), serta Bahasa dan Sastra Arab (BSA). Seluruh elemen tersebut berkolaborasi dalam menyukseskan pelaksanaan SNC 2026 sebagai momentum awal lahirnya kompetisi akademik berbasis keislaman di lingkungan Unugiri.

Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan diawali dengan sambutan dari Wakil Rektor, Ketua BEM FSA, serta Ketua Pelaksana kegiatan. Dalam sambutannya, Wakil Rektor Unugiri, Nurul Huda, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah positif mahasiswa dalam mengembangkan potensi akademik.

“Kegiatan ini menjadi wadah yang sangat baik bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan intelektual, khususnya dalam bidang Bahasa Arab dan keilmuan Islam. Kami berharap SNC dapat melahirkan generasi yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berdaya saing di tingkat nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BEM FSA, Fitria Ika Yuliana, menegaskan bahwa SNC 2026 merupakan kegiatan yang diharapkan mampu menjadi ruang pengembangan diri bagi mahasiswa dan pelajar.

“Melalui SNC ini, kami ingin menghadirkan ruang kompetitif yang sehat sekaligus mempererat silaturahmi antar peserta dari berbagai daerah,” ungkapnya.

Ketua Pelaksana kegiatan, Dinda Oktavia Bulan Fitriani juga menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar serta memberikan pengalaman berharga bagi peserta.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan lomba dengan maksimal dan menjunjung tinggi sportivitas,” tuturnya.

Setelah rangkaian pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan lomba yang meliputi kompetisi debat, khitobah (pidato Bahasa Arab), serta Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK). Seluruh cabang lomba tersebut dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, retorika, serta pemahaman terhadap literatur keislaman.

SNC 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi dan kolaborasi antar mahasiswa dan pelajar dari berbagai daerah. Dengan mengusung tema “Restorasi Demokrasi: Reaktualisasi Peran Mahasiswa dalam Politik Hukum”, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul, kritis, dan berkontribusi dalam pengembangan keilmuan di tingkat nasional.

Exit mobile version