Dari Kubus ke Dunia Digital: Dosen BSA UNUGIRI Inovasikan Pembelajaran Maharah Kalam Berbasis Augmented Reality
September 1, 2026
bsa.unugiri.ac.id, Bojonegoro – Fakultas Syari’ah dan Adab (FSA) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) menggelar Yudisium Fakultas Syari’ah dan Adab ke-XXX di Auditorium Hasyim Asy’ari, Rabu (2/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan proses akademiknya untuk memasuki tahap baru dalam perjalanan pendidikan dan pengabdian.
Yudisium tidak hanya menjadi penanda selesainya rangkaian studi di tingkat fakultas, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas proses akademik yang telah dilalui mahasiswa. Setelah menyelesaikan pendidikan, ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi diharapkan dapat diterapkan secara bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Dekan Fakultas Syari’ah dan Adab UNUGIRI, Agus Sholahuddin, dalam sambutannya menekankan bahwa capaian akademik perlu diiringi dengan tanggung jawab moral dalam mengamalkan ilmu. Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, tidak seharusnya menggeser nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi dasar dalam menggunakan ilmu pengetahuan.
“Wisuda bukanlah akhir dari amanah ilmu, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ilmu yang telah ditempa melalui perjuangan panjang harus dibawa ke tengah masyarakat dengan keadilan, kejujuran, dan adab. Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, jadilah insan yang tetap mengedepankan iman, empati, hati nurani, dan tanggung jawab. Bawalah nama baik almamater melalui karya, sikap, dan kontribusi nyata, karena setiap ilmu yang kita miliki pada akhirnya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” tuturnya.
Pesan tersebut menempatkan kelulusan bukan semata sebagai pencapaian personal, melainkan sebagai awal dari tanggung jawab baru. Bekal keilmuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan diharapkan menjadi dasar bagi para calon alumni dalam mengambil keputusan, berkarya, dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Jamilatus Zahroh selaku perwakilan mahasiswa yang mengikuti yudisium menyampaikan refleksi atas perjalanan akademik yang telah dilalui. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi awal untuk membawa ilmu yang diperoleh agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Yudisium bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari sebuah pengabdian. Ilmu yang telah kita peroleh adalah amanah untuk menegakkan keadilan, menyebarkan kedamaian, dan menjaga adab di tengah masyarakat. Jadilah alumni yang berintegritas, berilmu, dan berakhlakul karimah, serta persembahkan setiap keberhasilan untuk orang tua yang senantiasa mengiringi langkah kita dengan doa dan perjuangan,” ungkapnya.
Rangkaian yudisium menjadi momentum yang mempertemukan capaian akademik dengan refleksi mengenai peran mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan. Bagi Fakultas Syari’ah dan Adab, lulusan tidak hanya diharapkan memiliki kompetensi sesuai bidang keilmuannya, tetapi juga mampu membawa nilai integritas, keadaban, dan tanggung jawab dalam lingkungan profesional maupun masyarakat.
