Tingkatkan Antusiasme Siswa, Program BSA Mengabdi 2026 di MA Abu Darrin Resmi Ditutup
April 27, 2026
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) semester 6 sebagai bentuk pengabdian sekaligus penguatan kompetensi akademik, khususnya dalam kajian manuskrip.
Program magang ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mempraktikkan ilmu filologi, mulai dari meneliti manuskrip hingga memahami teknik perawatan naskah klasik. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dalam bidang kajian naskah klasik.
Acara pembukaan dihadiri oleh mahasiswa peserta magang, pihak pengelola pesantren, serta dosen pembimbing dari kampus. Dalam sambutannya, Ketua Kelompok Magang, Thoriq Allubab Dzulkarnain, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk menjadi santri dan belajar langsung di bawah bimbingan Aguk Irawan
“Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan untuk belajar langsung dan menjadi bagian dari lingkungan pesantren. Semoga proses ini dapat memberikan pengalaman berharga dan bekal keilmuan bagi kami ke depannya,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Mas Tajuddin Ahmad, yang mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin antara pihak kampus dan pesantren.
“Kami sangat mengapresiasi Pesantren Baitul Kilmah yang telah konsisten menerima mahasiswa kami selama beberapa tahun terakhir. Program ini terbukti mampu melahirkan mahasiswa yang unggul, khususnya dalam bidang kepenulisan dan pengembangan literasi ilmiah,” tuturnya.
Sebagai penutup, pengasuh pesantren, Aguk Irawan, menegaskan pentingnya menjaga tradisi keilmuan klasik di tengah perkembangan teknologi modern.
“Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, manuskrip tetap harus kita jaga dan hidupkan. Manuskrip bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi warisan intelektual yang memiliki nilai ilmiah tinggi,” ungkapnya.
Ia juga berharap program magang ini dapat menjadi jembatan antara tradisi keilmuan klasik dan perkembangan zaman modern, sehingga mahasiswa mampu memahami keduanya secara seimbang.
Kegiatan pembukaan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Miftahul Mufid, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kebersamaan seluruh peserta.
